Kopiku dan Sweatermu

Masih kuingat malam itu hujan sangat deras dan aku lupa membawa mantol. Ruangan lesku sudah mematikan lampu dalam dan menyisakan lampu depan yang dibiarkan menyala. Satu persatu temanku berpamitan pulang. Aku mendongak keatas, awan mendung seakan menyapu bintang bahkan bulan pun juga disapunya seakan malam ini menandakan dia yang menjadi penguasa untuk merebut cuaca.

Suasana semakin sepi hingga akhirnya kuputuskan aku harus segera pulang karna malam semakin larut dan terlebih aku penakut walaupun hujan masih tak mau mengalah biarlah yang terpenting aku tak terjebak sendirian di situasi seperti ini. Aku mengangguk kepada diriku sendiri dan meyakinkan tak apa-apa jika harus kehujanan toh besok Hari Minggu. Saat aku akan keluar dari parkiran dalam dan sedang memakai helmku, aku masih teringat tangan itu menyodorkan mantol berwarna merah. Aku sedikit mendongak untuk melihat siapa pemilik tangan tersebut dan ternyata dia Angga.

Aku mengerutkan dahiku memberi kode mengapa dia menawariku mantolnya, yang nantinya jelas-jelas dia yang akan basah jika aku mengiyakan tawarannya.

“Nanti kamu sakit,”
Begitulah katanya setelah melihat mimik mukaku.

“Kalau kamu sakit yang nyakkitin aku siapa,” lanjutnya dengan sedikit tertawa.

Yang aku lakukan saat itu hanya memandangnya lalu menggelengkan kepalaku dan melajukan motorku menembus hujan. Kupikir itu tindakan yang bijaksana karna aku tidak akan menerima tawarannya seperti halnya menerima perasaannya.

Tak disangka dia menembus hujan tanpa mantolnya membuntutiku. Aku sempat berpikir apa yang sedang dia lakukan. Saat dipersimpangan jalan aku membelokan motorku ke mini market yang tidak begitu ramai sekedar membeli kopi hangat karna kurasakan tubuhku sedikit menggigil. Setelah membayar kopi aku duduk di luar mini market dengan baju yang setengah basah. Aku meniup kopiku yang masih panas sebelum meminumnya lalu sedetik kemudian aku teringat Angga, aku mengedarkan pandanganku namun tak kutemukan keberadaannya. Bukan khawatir hanya memastikan dia sudah pergi atau belum dan sepertinya dia memang benar-benar sudah pergi saat aku tak menemukan motornya. Aku menghela napas.

“Nyariin?” suara Angga tiba-tiba terdengar dari belakang tubuhku.
Aku menoleh dan benar saja itu Angga.

“Aku ganti motor kamu gatau? Haha” jelasnya tanpa ada yang menanyakan.

Lucu ya tanpa aku bertanya dia selalu akurat menjelaskan apapun yang sedang kupikirkan. Hanya kebetulan. Jangan berlebihan itu bukan ada maksud apa-apa.

Dia tersenyum dan tiba-tiba aku merasakan perasaanku yang tiba-tiba menghangat.

Angga duduk di sebelahku dan pada hari itu kami banyak berbincang walaupun terkadang tidak jelas. Hujan masih deras serta malam semakin larut, dinginnya malam membuatku mendesis seraya mengusap bahuku.

“Nih pake,” Angga memberikan sweater abu-abu merah miliknya yang masih kering karna dimasukkan ke dalam tasnya.

“Ih…kayak FTV aja. Enggak, kamu pake aja” jawabku mendorong tangannya.

“Aku kok tiba-tiba gerah ya. Kamu kan yang kedinginan dah pake aja nih” ucapnya menaruh sweaternya dibahuku. Bukan Angga namanya jika dia tak memaksa.

Aku menyunggingkan senyumku benar-benar alasan yang tidak masuk akal. 
“Thanks,” jawabku.
“Tuhkan sebenarnya mau,”
Aku memutar bola mataku kemudian tersenyum.

Dan saat itu merupakan 1 diantara 1000 memori yang masih aku simpan dengan rapi didalam pikiranku seakan menjadi film pendek saat aku memejamkan mata dan merasakan merindu.

Dan disaat merindumu yang bisa kulakukan hanyalah menulis memori itu agar kaupun juga ingat kita pernah memiliki sebuah cerita yang sayang jika dilupakan.

Maka dari itu aku membiarkanmu hidup didalam tulisanku.

Silahkan pergi.
Karna didalam pergimu
aku mengharapkan pulangmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s