UNTITLE

Air mata ini perlahan jatuh bebas dari kelopak mata

Bulir-bulir mutiara yang keluar tidak seimbang dengan apa yang kurasakan sekarang

Tak ada kata lain selain “Aku merelakanmu”

Ya, mungkin mustahil bagiku untuk bisa melakukannya

Mustahil juga aku dapat mengatakannya

Aku lelah, sungguh lelah jika harus terus menunggu

Aku tau kamu tak menyuruhku melakukan hal ini

Dan aku tak menuntut kamu untuk mengerti

Tapi, yang aku inginkan hanya kamu menyadari!

Menyadari yang sedang terjadi!

Kamu jahat!! Sangat JAHAT!!

Aku memberikanmu sesuatu yang mungkin tak seberapa

Namun mengapa aku tak pernah melihatmu memakainya? HA!

Memakainya saja tak pernah, apalagi bilang “TERIMAKASIH”

Apa aku salah memberikanmu itu? Apa itu tak berarti dimatamu?

Baiklah, aku akan menjauhimu dan seolah tak mengenalimu.

Mungkin kata-kata itu sering aku ucapkan, namun tak pernah terwujudkan

Aku punya perasaan dan aku juga sangat peka!

Aku selalu menjauhimu, namun seolah ego ini selalu menyeretku kedalam kepalsuanmu!

Kepalsuan yang kamu buat untuk membohongi perasaan ini!

Aku butuh waktu untuk itu!

Jadi, aku mohon bantu aku untuk melupakanmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s