Only You

Malam semakin larut, begitu juga perasaanku ini yang semakin tak menentu.

Entah, apa yang sedang ku pikirkan sekarang

Namun kurasa hal ini sangat berarti untukku

Aku kembali memandang keluar jendela kamarku, beratus bintang bahkan beribu bintang mulai menerangiku dalam ketidak pastian ini. Aku berdoa agar yang kurasakan kali ini tak lagi datang menghantui kehidupanku. Jujur! Aku muak bila harus melakukan semua ini! Melakukan sesuatu yang tak punya tujuan bahkan tak punya ujung jalan yang jelas! Ya, aku selalu melakukan kegiatan yang mungkin tak ada gunanya ini, namun bagiku, ini sangat membantuku mengurangi kejenuhan yang sedari tadi menyelimuti hati ini.

Akankah anganku akan terwujud?

Apakah yang kulakukan selama ini hanya sia sia?

Apakah aku terlalu berharap semua mimpiku menjadi kenyataan?

Mungkin hanya perasaanku dan Tuhanlah yang tau.

Aku masih termenung dengan semua pertanyaan yang seakan menyeretku kedalam lubang kedustaan. Aku tak mampu menyampaikan semuanya, jiwa ini terlalu lemah untuk menghadapi sebuah kejadian yang sangat menyakitkan. Aku, aku, aku tak sanggup! Aku lemah tak berdaya di hadapanmu! Aku tak mempunyai keberanian lebih! Aku memang MUNAFIK! Taapi aku Munafik bukan karna mauku, namun karna egoku yang selalu menyerah dan telah berputus asa.

Aku tak ingin menjadi kumbang jika engkau bunga

Namun, aku akan menjadi tangkai yang selalu menopangmu keatas, agar kau bahagia menikmati indahnya dunia meski aku dibawah sini harus berupaya menjadi tumpuan yang kuat.

Bagiku itu tak masalah asalkan engkau bahagia, walau terkadang kau selalu di dekati kumbang kumbang lain, aku tetap pada pendirianku, yaitu “membuatmu bahagia”

Apa gunaku dimatamu? selain tangai yang lemah dan penuh duri yang dapat menyakiti seseorang?

Aku tak mengharapkan lebih, hanya sesuatu hal yang selalu aku idam idamkan.

Aku ingin kita menjadi satu kesatuan, aku menopangmu, dan kamu akan melindungiku.

Jika kita saling bekerja sama, aku yakin kita mampu menaklukan semuanya

Aku juga tau hukum alam yang berlaku

Ada kehidupan pasti ada kematian

Dan aku telah memikirkan itu semua, jika kau pergi

Kelopak demi kelopak bunga menjadi sebuah tanda jika kau harus pergi

Yang tersisa hanyalah kenangan yang selalu tersimpan disini! di bagian dalam  yang sering disebut dengan “hati” bagian ini menjadi saksi bisu tentang perjuanganmu selama ini.

Dan jika kau pergi mungkin aku akan pergi juga karna tak ada lagi yang melindungiku saat aku terluka karna sengatan dari Sang Surya.

Kini, aku sadar sebuah kerjasama mampu menjadikan semuanya indah. Haha….mungkin kalian bingung tentang apa yang kutulis ini! Namun entah mengapa tangan ini selalu mengetikkan apa yang d perintahkan oleh hati ini dan didalam setiap bait yang kutulis merupakan sepenggal cerita tentang apa yangkurasakan malam ini. Semoga kalian mengerti dan menjadi sebuah pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s